Padadasarnya sistem ini memiliki 3 komponen utama yakni sensor, ECU dan aktuator. Sensor memiliki fungsi untuk mendeteksi keadaan mesin mulai dari bukaan throtle gas, suhu mesin, kevakuman pada intake manifold dan lain sebagainya. Jadi besarnya bahan bakar yang disemprotkan diatur oleh ECU berdasarkan informasi dari sensor sensor pada mesin EFI
IntakeAir Temperature Sensor (IATS) - Intake air temperature sensor (IATS) adalah salah satu sensor pada sistem injeksi EFI.Fungsi Intake air temperature sensor (IATS) adalah sebagai pendeteksi temperature atau suhu udara yang masuk ke intake manifold. Informasi mengenai temperatur udara masuk ini kemudian dikirimkan ke ECU sebagai koreksi jumlah bahan bakar
4Fungsi ECU dan Jenis-jenisnya pada Mobil. Mobil berteknologi injeksi sangat merasakan manfaat dari fungsi ECU (Electronic Control Unit). Fungsi ECU Pada MobilAda beberapa fungsi ECU di dalam sistem kerja mobil. Mengatur Berbagai Macam SistemJika Anda membaca beberapa fungsi ECU di atas, semuanya berhubungan dengan sistem pembakaran
Fungsi TPS (Throttle Position Sensor) â TPS adalah salah satu sensor pada sistem EFI yang banyak digunakan dalam kendaraan. Fungsi Throttle Position Sensor (TPS) adalah detektor perubahan katup throttle. Hasil deteksi akan dikonversi menjadi energi listrik dan dikirim ke ECU sebagai informasi untuk berbagai proses selanjutnya.
Jawaban:. ECU atau Electronic Control Unit pada sistem EFI berfungsi untuk mengevaluasi atau menghitung segala masukkan dari sensor-sensor selama mesin hidup dan juga ECU berfungsi untuk mengontrol aktuator-aktuator
fungsidan-cara-kerja-common rail. Eko Soeripno. Toyota, Vvt i Bayu Ariwibowo 1 of 27. 1 of 27. Dasar Kerja Sistem EFI Jan. 12, 2014 ⢠15 Sistem kontrol elektronik pada sistem EFI terdiri atas sensor-sensor, sebuah Engine Control Unit (ECU) atau Engine Control Modul (ECM), aktuator-aktuator, penyuplai tegangan (baterai), wire harness dan
. Hampir semua kendaraan roda empat yang beredar saat ini sudah menggunakan sistem EFI atau Electronic Fuel Injection. Sistem EFI adalah sistem dimana bahan bakar yang masuk ke ruang bakar di kontrol secara elektronik. Pada dasarnya sistem ini memiliki 3 komponen utama yakni sensor, ECU dan aktuator. Sensor memiliki fungsi untuk mendeteksi keadaan mesin mulai dari bukaan throtle gas, suhu mesin, kevakuman pada intake manifold dan lain sebagainya. Data dari sensor tersebut kemudian diolah oleh ECU dan kemudian diteruskan ke aktuator. Dalam sistem bahan bakar, aktuatornya adalah injektor yang berfungsi menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar. Jadi besarnya bahan bakar yang disemprotkan diatur oleh ECU berdasarkan informasi dari sensor sensor pada mesin EFI itu sendiri. Lalu seperti apa bentuk sensor tersebut dan apa saja macamnya? Berikut penjelasan selengkapnya. 1. Sensor Air Flow Meter Sensor Air Flow Meter Foto KabarOto Sensor ini memiliki fungsi mendekteksi aliran udara volume yang masuk ke intake manifold. Air flow meter berupa potensio yang dilengkapi dengan pegas pengembali dan measuring plate. Besar kecilnya udara yang masuk akan berpengaruh pada putaran potensiometer. Karena potensiometer berputar maka tegangan output dari potensiometer juga berubah. Besarnya tegangan dari potensiometerini diterima ECU sebagai signal. 2. Manifold Absolute Pressure Sensor Manifold Absolute Pressure Sensor Selain menggunakan air flow meter, volume udara yang masuk juga bisa dihitung dengan MAP sensor. Sensor ini menghitung kevakuman atau tekanan pada intake manifold. Besarnya kevakuman pada intake manifold diubah menjadi nilai tahanan pada MAP Sensor. 3. Throttle Position Sensor Throttle Position Sensor TPS terpasang pada throttle body. Sensor ini mendeteksi besarnya bukaan throttle dalam bentuk nilai tahanan. Sama seperti air flow meter, TPS juga menggunakan potensiometer. Cara kerjanya sama, ketika throttle berputar, potensiometer juga berputar dan nilai tahanan juga berubah. Karena nilai tahananya berubah, tegangan yang dikirim ke ECU juga ikut berubah. Nilai tegangan tersebut diterima ECU sebagai signal. 4. Water Temperatur Sensor Water Temperatur Sensor Pada dasarnya sensor pada mesin mobil EFI menggunakan variable resistor atau resistor yang nilai tahananya bisa berubah ubah. Selain potensiometer, variable resistor yang digunakan untuk sensor lainya adalah thermistor. Resistor ini nilai tahananya berubah tergantung pada suhu. Thermistor digunakan pada water temperatur sensor atau WTS untuk mengetahui sushu air dingin suhu air, maka bahan bakar yang disemprotkan semakin banyak. 5. Intake Air Temperatur Sensor Intake Air Temperatur Sensor Seperti namanya, IATS berfungsi untuk mengetahui suhu udara yang masuk melalui intake manifold. Sensor ini juga berupa thermistor. Semakin dingin suhu udara, maka bahan bakar yang disemprotkan melalui injektor semakin banyak. 6. Crankshaft Position Sensor Crankshaft Position Sensor Sensor ini berfungsi untuk mendeteksi putaran mesin dan menentukan timing pengapian. Fungsinya mirip dengan pulser pada sepeda motor. Pada beberapa mobil, sensor ini diletakan dekat noken sehingga bernama Crankshaft Position Sensor. 7. Oxygent Sensor Oxygent Sensor Oxygen sensor terletak di exhaust manifold untuk mendeteksi emisi gas buang. Sensor ini berfungsi untuk mengevaluasi apakah campuran bahan bakar sudah tepat atau belum. Itulah beberapa sensor pada mesin mobil EFI. Jadi konsep dari sensor sensor tersebut adalah menggunakan variable resistor, dimana ada tegangan input dan tegangan output. Tegangan output akan berubah ubah tergantung nilai tahanan pada sensor. Tegangan tersebut kemudian ditangkap oleh ECU sebagai signal untuk kemudian di kalkulasi untuk menentukan banyaknya bahan bakar yang disemprotkan ke ruang bakar. baca juga Daihatsu Hadirkan Copen di IIMS 2016 Honda Luncurkan Motor Baru Winner 150, Inikah Supra X 150R?
Tingkat keselamatan, kenyamanan, eknomis dan produk ramah lingkungan secara bertahap menjadi rasyarat mutlak bagi pengemudi dan masyarakat yang harus dipenuhi. Hal tersebut menjadi masalah sosial yang makin meningkat, termasuk tingginya tingkat polusi lingkungan, pemakaian konsumsi bahan bakar yang meningkat dan kecelakaan lalulintas yang diakibatkan 'oleh kendaraan. Tuntutan ini khususnya bagi para pelajar KK/TKR harus mengikuti perkembangan teknologi canggih yang menggunakan teknologi elektronik agar bisa memenuhi tuntutan service untuk kendaraan tesebut. Mesin kendaraan harus sudah bisa memenuhi kriteria sebagai berikut ;
â Tuntutan untuk mobil pembakaran dalam sangatlah tinggi terutama saat ini. Terlebih gelombang massa yang menuntut pengurangan gas rumah kaca yang dapat mengakibatkan pemanasan global sedang tinggi-tingginya. Bahkan fenomena terakhir adalah gelombang massa yang dipimpin oleh seorang remaja bernama Greta Thunberg mencuri perhatian seluruh dunia. Kondisi tersebut membuat produsen mobil pembakaran dalam bersiaga untuk mengatasi hambatan produksi mereka. Pengembangan teknologi pun wajib dilakukan. Salah satunya adalah penggunaan sistem EFI pada mobil. Sistem ini dipandu menggunakan banyak sensor di dalamnya untuk optimalisasi. Artikel kali ini kita akan melihat sensor mesin EFI sebagai bentuk upaya mengurangi masalah lingkungan yang sedang terjadi. Tantangan yang dimiliki oleh mobil pembakaran dalam sangatlah tinggi. Bukan hanya dari tuntutan masyarakat yang menggilaâ untuk lingkungan, tetapi juga dari produsen mobil listrik seperti Tesla, Rivian, dan beberapa perusahaan startup mobil listrik. Oleh karena itu, keberadaan sensor demi menunjang masalah ini benar-benar diperlukan. Khusus untuk mobil Avanza, berikut adalah video tentang sensor-sensor yang ada padanya. Terdapat setidaknya 19 sensor yang terpasang pada sebuah mesin EFI. Berikut adalah sensor-sensor tersebut berserta fungsinya masing-masing. Sensor IAT Intake Air Temperatur Sensor pertama adalah sensor IAT atau Intake Air Temperatur. Apa fungsi sensor ini pada mesin EFI? Fungsinya adalah untuk mengukur temperatur udara yang akan masuk ke dalam saluran masuk atau intake manifold. Sensor ini terletak di dekat saringan udara mesin EFI. Sensor ini seringkali menimbulkan masalah pada mobil. Tetapi tanda kerusakan sensor IAT dapat diketahui lebih dini. Sehingga kita sebagai pemiliki mobil dengan mesin EFI dapat segera mengetahuinya dan melakukan tindakan untuk mengatasinya. Untuk itu mengetahui cara kerja sensor IAT juga bagian penting dari menelusuri masalah yang terjadi padanya. Sensor TPS Throttle Position Sensor Sensor berikutnya yang mendukung mesin EFI adalah sensor TPS atau throttle position sensor. Apa fungsi sensor TPS? Sensor TPS memiliki fungsi mengukur sudut pembukaan katup gas mobil. Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh sensor TPS, data akan digunakan untuk menentukan jumlah bahan bakar yang harus diinjeksi ke dalam ruang bakar. Salah satu contoh penggunaannya adalah sensor TPS mobil Avanza. Dengan cara kerja sensor TPS yang cukup sederhana, tanda kerusakan sensor TPS pun dapat dikenali dengan mudah. Bahkan bukan hanya mengenali tanda kerusakannya, untuk yang penghobiâ, Anda dapat memeriksa dengan menguji sensor TPS secara mandiri. Dengan mengujinya Anda tidak perlu khawatir lagi bahwa kerusakan mobil Anda berasal dari sensor ini atau bukan. Sensor MAF Mass Air Flow Berikutnya adalah sensor MAF atau mass air flow atau disebut juga air flow meter. Apa fungsi sensor ini? Fungsi sensor MAF adalah untuk menghitung massa udara yang akan masuk ke dalam saluran masuk atau intake manifold. Untuk mengetahui lebih jauh tentang sensor MAF pada mobil mesin EFI, Anda dapat mempelajari cara kerja sensor MAF. Bukan hanya memahami cara kerjanya, Anda juga sangat mungkin memeriksa kondisi sensor MAF pada saat kecurigaan kerusakan ada pada sensor ini. Bahkan memberihkan sensor MAF pada mobil kesayangan Anda juga bukan suatu yang mustahil dilakukan. Sensor CKP Crankshaft Position Sensor Sensor pendukung mesin EFI berikutnya adalah sensor CKP atau crankshaft position sensor. Sensor CKP memiliki fungsi mengetahui putaran mesin atau RPM mesin. Sensor ini seringkali terletak di samping dinding blok cylinder. Melalui sensor ini, penentuan saat pengapian dilakukan. Seperti sensor lainnya cara kerja sensor CKP juga dapat dipelajari dengan mudah. Sementara itu, kondisi kerusakan akan sangat mungkin terjadi dan tanda kerusakan sensor CKP pun dapat dikenali dengan baik. Apabila sensor CKP pada mesin EFI mobil Anda rusak, Anda dapat memeriksa sensor CKP cukup dengan menggunakan multimeter atau AVO-meter saja. Sensor CMP Camshaft Position sensor Berikutnya adalah sensor CMP atau camshaft position sensor. Jika sensor CKP berada di blok silinder, maka sensor CMP terletak di kepala silinder cylinder head. Lalu apa fungsi dari sensor CMP? Sensor CMP berfungsi untuk mengetahui posisi piston mana yang dalam posisi âTopâ. Posisi ini adalah posisi di mana piston berada pada akhir langkah kompresi atau sesaat sebelum melakukan langkah usaha. Lihat penjelasan kerja mesin 4-tak. Data yang diperoleh dari sensor ini digunakan untuk menentukan waktu pengapian berdasarkan urutan pengapian atau Sensor MAP Manifold Air Pressure Sensor pada mesin EFI selanjutnya adalah sensor MAP manifold air pressure. Sensor MAP memiliki fungsi mengukur tekanan udara di dalam saluran masuk dan buang intake dan exhaus manifold. Apa yang diharapkan dari sensor ini? Sensor ini akan mendapatkan data berupa kevakuman di dalam saluran masuk dan buang pada mobil. Pada prosesnya, sensor ini menggantikan vacum advencer pada mesin dengan sistem konvensional yakni yang akan mengatur timing pengapian berdasarkan beban yang diderita mesin. Sensor ini sangat penting sehingga perlu kita mengetahui prinsip kerja sensor MAP. Dengan mengetahui cara kerja sensor MAP kita dapat memeriksa sensor MAP apabila mobil mengalami masalah berdasarkan tanda-tanda kerusakan sensor MAP yang dapat diketahui dengan mudah. Kerusakan sangat mungkin terjadi pada sensor MAP. Jika memang mengalami kerusakan, kita terlebih dahulu mencoba memperbaiki sensor MAP sebelum memutuskan untuk menggantinya dengan yang baru. Sensor Tekanan Oli atau Oil Pressure Sensor Sensor berikutnya yang ada pada mesin dengan sistem EFI adalah sensor tekanan oli atau oil pressure sensor. Apa guna sensor tekanan oli? Sensor ini memiliki fungsi untuk mendeteksi tekanan oli yang bekerja di dalam mesin. Mobil-mobil lama untuk mengukur tekanan oli digunakanlah oil level switch. Piranti ini akan mendeteksi tekanan oli dan akan mematikan mesin saat jumlah oli tidak mencukupi untuk melakukan pelumasan. Sensor ini bekerja pada saat mesin beroperasi. Apabila tekanan oli di dalam mesin berkurang, maka sensor ini akan mengirimkan sinyal tanda peringatan ke pengemudi melalui indikator oli. Tetapi jika tekanan oli benar-benar mencapai batas yang tidak diizinkan dengan kata lain dropâ maka mesin akan secara otomatis berhenti berputar. Sensor Ketukan Knock Sensor Di dalam mesin EFI juga terdapat sensor ketukan atau knock sensor. Apa fungsi dari sensor ini? Sensor ketukan berfungsi mendeteksi ketikan yang terjadi pada mesin. Ketukan biasanya akan muncul dari fenomena pembakaran bahan bakar dan udara yang tidak sempurna. Ketukan ini akan terasa hingga ke dinding silinder bahkan jika sangat parah maka dapat kita dengar juga. Sensor ketukan biasanya menggunakan piezoelectric untuk menangkap ketukan yang terjadi. Tegangan yang dikeluarkan oleh piezoelectric akan dikirim ke control module untuk memperbaiki pengapian yang terjadi. Secara lengkap dapat Anda baca di Cara kerja sensor Knock. Seperti halnya sensor-sensor yang lain, sensor ketukan juga dapat mengalami masalah hingga kerusakan. Tetapi, terdapat beberapa tanda kerusakan sensor ketukan. Ini dapat Anda jadikan panduan untuk tindakan selanjutnya apakah akan menggantinya atau tidak. Sensor Oksigen Sensor berikutnya adalah sensor oksigen. Seperti namanya jelas sensor ini berhubungan erat dengan oksigen. Sensor ini berfungsi untuk mendeteksi kandungan oksigen yang ada di dalam gas buang. Jumlah kandungan oksigen di dalam gas buang mengindikasikan apakah pembakaran yang terjadi di dalam ruang bakar sesuai atau tidak. Oleh karena itu, sensor ini akan sangat membantu menghasilkan pembakaran yang sempurna. Lebih lanjut silahkan baca Cara Kerja Sensor Oksigen. Dalam sebuah mobil dengan mesin EFI terdapat dua buah sensor oksigen. Meski demikian kerusakan sensor juga tidak dapat dihindari. Tetapi kita dapat mengenali tanda sensor oksigen rusak untuk selanjutnya mengambil tindakan apakah akan mengganti sensor tersebut atau tidak. Sensor Temperatur Bahan Bakar Fuel Temperature Sensor Sensor yang ada di mesin EFI selanjutnya adalah sensor temperatur bahan bakar atau dikenal dengan fuel temperatur sensor. Apa fungsi dari sensor temperatur bahan bakar? Sensor ini memiliki fungsi mendeteksi temperatur bahan bakar yang melewati jalur distribusi bahan bakar. Sensor ini biasanya hanya ada di mesin dengan bahan bakar diesel. Pada mesin diesel, temperatur bahan bakar sangat memengaruhi kinerja mesin. Sehingga pada mesin diesel, biasanya juga dilengkapi dengan sistem yang mampu mendinginkan bahan bakar. Sensor Tekanan Bahan Bakar atau Fuel line pressure sensor Sumber CarTreatments Sensor berikutnya adalah sensor tekanan bahan bakar atau disebut juga fuel line pressure sensor. Sensor ini berfungsi mendeteksi tekanan bahan bakar dalam sistem penyaluran bahan bakar. Sensor ini akan mengatur kerja pompa bahan bakar. Dengan adanya sensor ini diharapkan tekanan di dalam sistem bahan bakar tetap stabil dengan kata lain, tekanan tidak berlebih dan juga tidak dropâ. Sensor Tekanan Refrigerant atau Refrigerant pressure sensor Sensor selanjutnya yang ada di mesin EFI adalah sensor tekanan refrigerant atau refrigerant pressure sensor. Untuk diketahui bahwa dalam sistem AC mobil, refigerant merupakan cairan yang digunakan untuk menyerap panas yang memanfaatkan kompresor AC sebagai komponen penting sistem AC. Sensor turbo boost Sensor berikutnya adalah sensor turbo boost. Tetapi keberadaan sensor ini tidak pada semua mobil dengan mesin EFI melainkan hanya pada mesin EFI yang disertai dengan turbo with variable nozzle. Lalu apa gunanya sensor turbo boost? Sensor ini memiliki fungsi untuk mendeteksi tekanan udara yang dikeluarkan oleh turbocharger. Tekanan yang dikeluarkan oleh turbocharger tidak boleh berkurang atau berlebih. Jika tekanan tidak standar tersebut muncul maka dapat mengakibatkan permasalahan pada performa mesin. Sensor ini mengatur tekanan intake manifold melalui boost pressure control atau VNT/VGT. Sensor Tekanan Rail Bahan Bakar Fuel Rail Pressure Sensor Sensor selanjutnya adalah sensor tekanan rail bahan bakar atau fuel rail pressure sensor. Sensor ini biasanya ada di mesin diesel dengan common rail. Sensor tekanan rail bahan bakar memiliki fungsi menentukan pompa tekanan tinggi untuk memompa agar tidak terjadi tekanan berlebih pada rail bahan bakar. Sensor ini sangat penting untuk performa dan ketahanan beberapa komponen mesin diesel. Tekanan berlebih pada bahan bakar akan mengakibatkan kelebihan bahan bakar yang disemprotkan dan pembakaran menjadi tidak sempurna. Selain ini masalah kerusakan pada nozzle juga sangat mungkin akan terjadi lebih cepat dari normal. Sementara itu, tekanan yang terlalu lemah juga akan membuat kinerja mesin tidak optimal. Sensor Tekanan Tangki Bahan Bakar Sensor berikutnya masih berkaitan dengan bahan bakar yakni sensor tekanan tangki bahan bakar. Sensor ini terletak di dalam tangki bahan bakar. Keberadaan sensor ini adalah untuk mendeteksi tekanan bahan bakar yang ada di dalam tangki. Tekanan di dalam tangki bahan bakar terjadi karena adanya uap bahan bakar. Selain itu goncangan saat mobil sedang berjalan juga mengakibatkan tekanan yang lain. Uap yang dihasilkan dari bahan bakar ini kemudian diolah menggunakan sistem carcoal canister. Sensor Jumlah Bahan Bakar Fuel level sensor Sensor yang berhubungan dengan bahan bakar mesin EFI adalah sensor jumlah bahan bakar atau fuel level sensor. Seperti nama yang disandangnya, sensor ini berfungsi untuk mengetahui jumlah bahan bakar yang ada di dalam tangki bahan bakar. Data yang diperoleh dari sensor ini akan dikirim ke MID dengan fuel bar. Sensor WTS Water temperature Sensor Sensor berikutnya yang ada di mesin EFI adalah sensor WTS atau water temperatur sensor. Sensor ini sebenarnya memiliki nama lain yakni coolant temperatur sensor atau ECT. Sensor ini memiliki fungsi mendeteksi temperatur air pendingin. Temperatur air pendingin merepresentasikan temperatur mesin. Sensor WTS akan menjaga agar temperatur air pendingin tetap stabil sehingga mesin tidak mengalami overheat engine. Data dari sensor WTS digunakan untuk menghidupkan cooling fan yang selanjutnya akan mendinginkan air di dalam radiator. Dalam satu mesin EFI biasanya terdapat dua buah sensor WTS, satu di sebelum radiator untuk mendeteksi temperatur air pendingin dari mesin dan satu di setelah radiator untuk mengoreksi temperatur air pendingin dari radiator. Sensor Pedal Rem Brake Pedal Sensor Selanjutnya ada sensor pedal rem atau brake pedal sensor. Sensor ini mendeteksi kondisi pedal rem yakni apakah pedal rem berada poisis terinjak atau tidak. Sensor pedal rem akan memberikan manfaat lebih pada mobil-mobil matic. Bahkan beberapa mobil menggunakan sensor pedal rem untuk menentukan mobil dapat distarter atau tidak.
Assalamu'alaikum, Sobat Hampir semua kendaraan dengan mesin bensin sekarang sudah menggunakan sistem Electronic Fuel Injection atau lebih dikenal dengan singkatan EFI. Sistem EFI adalah suatu sistem yang dimana bahan bakar yang masuk ke ruang bakar dikontrol secara elektronik yang diatur oleh Elektronic Control Unit ECU. Pada sistem EFI ini memiliki tiga komponen utama yakni ECU, sensor-sensor, dan injektor. Macam-macam Sensor EFI Sensor-sensor yang terdapat pada mesin EFI meliputi Mass Air Flow MAF sensor, Manifold Absolute Pressure MAP sensor, Throttle Position Sensor TPS, Water Temperatur Sensor, Intake Air Temperatur IAT sensor, Crankshaft Position CKP Sensor, Oxygent Sensor. Sensor memiliki fungsi untuk mendeteksi keadaan mesin mulai dari bukaan throttle gas, suhu mesin, kevakuman pada intake manifold dan lain sebagainya. Data dari sensor tersebut kemudian diolah oleh ECU dan kemudian diteruskan ke aktuator. Dalam sistem bahan bakar, aktuatornya adalah injektor yang berfungsi menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar. Jadi besarnya bahan bakar yang disemprotkan diatur oleh ECU berdasarkan informasi dari sensor sensor pada mesin EFI itu sendiri. Lalu seperti apa bentuk sensor tersebut dan apa saja macamnya? Berikut penjelasan selengkapnya. Fungsi Sensor-sensor pada Mesin EFI 1. Mass Air Flow MAF sensor Mass Air Flow MAF sensor memiliki fungsi mendekteksi aliran udara volume yang masuk ke intake manifold. Air flow meter berupa potensio yang dilengkapi dengan pegas pengembali dan measuring plate. Besar kecilnya udara yang masuk akan berpengaruh pada putaran potensiometer. Karena potensiometer berputar maka tegangan output dari potensiometer juga berubah. Besarnya tegangan dari potensiometerini diterima ECU sebagai signal. 2. Manifold Absolute Pressure MAP sensor Manifold Absolute Pressure MAP sensor berfungsi menghitung kevakuman atau tekanan pada intake manifold. Besarnya kevakuman pada intake manifold diubah menjadi nilai tahanan pada MAP sensor. 3. Throttle Position Sensor TPS Throttle Position Sensor TPS ini terletak pada throttle body. Sensor ini berfungsi mendeteksi besarnya bukaan throttle dalam bentuk nilai tahanan. Sama seperti air flow meter, TPS juga menggunakan potensiometer. Cara kerjanya sama, ketika throttle berputar, potensiometer juga berputar dan nilai tahanan juga berubah. Karena nilai tahananya berubah, tegangan yang dikirim ke ECU juga ikut berubah. Nilai tegangan tersebut diterima ECU sebagai signal. 4. Water Temperatur Sensor Water Temperatur Sensor pada prinsipnya sama seperti variable resistor. sensor ini nilai tahananya berubah tergantung pada suhu. Thermistor digunakan pada water temperatur sensor atau WTS untuk mengetahui suhu air pendingin. Semakin dingin suhu air, maka bahan bakar yang disemprotkan semakin banyak. 5. Intake Air Temperatur IAT Sensor Seperti namanya, IATS berfungsi untuk mengetahui suhu udara yang masuk melalui intake manifold. Sensor ini juga berupa thermistor. Semakin dingin suhu udara, maka bahan bakar yang disemprotkan melalui injektor semakin banyak. 6. Camshaft Position CMP Sensor Fungsi Camshaft Position Sensor ini adalah untuk mendeteksi posisi katup-katup terutama katup masuk intake valve yang selanjutnya diteruskan ke ECU untuk menentukan penginjeksian masing-masing silinder. Camshaft Position Sensor dapat mendeteksi posisi piston pada langkah kompresi melalui putaran signal rotor yang diputar langsung oleh camshaft untuk mengetahui posisi pembukaan dan penutupan intake dan exhaust valve. 6. Crankshaft Position CKP Sensor Sensor ini berfungsi untuk mendeteksi putaran mesin dan menentukan timing pengapian. Fungsinya mirip dengan pulser pada sepeda motor. Pada beberapa mobil, sensor ini diletakan dekat poros engkol crankshaft sehingga bernama Crankshaft Position CKP sensor . 7. Oxygent Sensor Oxygen sensor terletak di exhaust manifold untuk mendeteksi kadar oksigen pada emisi gas buang. Sensor ini berfungsi untuk mengetahui apakah campuran bahan bakar sudah tepat atau belum.
Soal Jelaskan yang dimaksud dengan K-Jetronik ? Jawaban K-Jetronik atau K-EFI merupakan tipe mesin EFI yang sistem injeksinya dikontrol secara mekanik, belum secara elektronik dan sistem penginjeksiannya dilakukan secara kontinyu terus-menerus. Soal Jelaskan yang dimaksud dengan L-Jetronik ? Jawaban L-Jetronik atau L-EFI merupakan tipe mesin EFI yang sistem injeksinya dikontrol secara elektronik dengan menggunakan sensor Air Flow Meter Mass Air Flow. Dimana Air Flow ini berfungsi untuk mendeteksi jumlah udara yang masuk ke dalam silinder. Soal Jelaskan yang dimaksud dengan D-Jetronik ? Jawaban D-Jetronik atau D-EFI merupakan tipe mesin EFI yang sistem injeksinya dikontrol secara elektronik dengan menggunakan sensor MAP Manifold Absolute Pressure. Dimana sensor MAP ini berfungsi untuk mendeteksi jumlah udara yang masuk ke dalam silinder berdasarkan kevakuman yang terjadi di dalam intake manifold. Soal Jelaskan yang dimaksud dengan TBI ? Jawaban TBI atau Throttle Body Injector merupakan tipe EFI yang penempatan injektornya terletak di throttle body. Jumlah injektor pada tipe TBI ini adalah 1, dan digunakan untuk melayani semua silinder yang ada pada mesin. Soal Jelaskan yang dimaksud dengan MPI ? Jawaban MPI atau Multi Point Injection merupakan tipe EFI yang penempatan injektornya terletak di intake manifold. Jumlah injektor pada tipe MPI ini adalah sama banyaknya dengan jumlah silinder pada mesin. Soal Jelaskan yang dimaksud dengan GDI ? Jawaban GDI atau Gasoline Direct Injection merupakan tipe EFI yang penempatan injektornya terletak pada kepala silinder sehingga penginjeksiannya langsung di dalam ruang bakar. Jumlah injektor pada tipe GDI ini adalah sama banyaknya dengan jumlah silinder pada mesin. Soal Jelaskan yang dimaksud dengan EMS? Jawaban EMS atau Engine Management System merupakan tipe mesin EFI yang semua sistem kontrol injeksi dan sistem kontrol lainnya sudah dilakukan secara terintegrasi dari sensor-sensor yang ada sehingga kinerja dari mesin akan lebih optimal. Soal Jelaskan fungsi sensor pada sistem EFI ? Jawaban Sensor-sensor yang ada pada sistem EFI berfungsi untuk mendeteksi berbagai kinerja mesin yang nantinya data dari sensor tersebut digunakan sebagai inputan oleh ECU untuk mengontrol aktuator-aktuator. Soal Jelaskan fungsi dari ECU pada sistem EFI ? Jawaban ECU atau Electronic Control Unit pada sistem EFI berfungsi untuk mengevaluasi atau menghitung segala masukkan dari sensor-sensor selama mesin hidup dan juga ECU berfungsi untuk mengontrol aktuator-aktuator berdasarkan data signal dari sensor-sensor. Soal Jelaskan yang dimaksud dengan aktuator pada sistem EFI ? Jawaban Aktuator pada sistem EFI merupakan komponen yang berfungsi sebagai pengaktualisasi atau komponen yang dikontrol oleh ECU. Contohnya adalah injektor, ESA dan lain-lain. Soal Sebutkan macam-macam sensor yang ada pada mesin EFI ? Jawaban Sensor-sensor yang ada pada sistem EFI antara lain sensor TPS Throttle Position Sensor, IATS Intake Air Temperature Sensor, WTS Water Temperature Sensor, CKP Crank Shaft Position Sensor, CMP Cam Shaft Position Sensor, Knock Sensor, Oxygen Sensor, Air Flow Meter tipe L-EFI, MAP tipe D-EFI dll. Soal Sebutkan macam-macam aktuator yang ada pada mesin EFI ? Jawaban Aktuator-aktuator yang ada pada sistem EFI antara lain injektor, ESA Electronic Spark Advance, ISC Idle Speed Control, Kontrol Pompa Bahan Bakar, EGR Exhaust Gas Resirculation dll. Soal Jelaskan fungsi dari sensor WTS ? Jawaban Fungsi sensor WTS Water Temperature Sensor adalah untuk mendeteksi suhu atau temperatur dari air pendingin. Soal Jelaskan fungsi dari sensor IATS ? Jawaban Fungsi sensor IATS Intake Air Temperature Sensor adalah untuk mendeteksi suhu atau temperatur udara yang masuk ke dalam intake manifold. Soal Jelaskan fungsi dari sensor MAP ? Jawaban Sensor MAP berfungsi untuk mengukur jumlah udara yang masuk melalui kevakuman yang terjadi di dalam intake manifold. Soal Jelaskan fungsi dari sensor Air Flow Meter ? Jawaban Air Flow Meter berfungsi untuk mengukur jumlah udara yang masuk kedalam intake manifold. Soal Jelaskan fungsi dari sensor TPS ? Jawaban sensor TPS Throttle Position Sensor berfungsi untuk mendeteksi posisi bukaan katup throttle gas. Soal Jelaskan fungsi dari Knock Sensor ? Jawaban Knock Sensor berfungsi untuk mendeteksi atau menyensor bila adanya knocking detonasi pada mesin kemudian jika terjadi knocking maka ECU akan memundurkan saat pengapian. Soal Jelaskan fungsi dari injektor pada mesin EFI ? Jawaban Injektor berfungsi untuk menyemprotkan atau menginjeksikan bahan bakar ke dalam intake manifold atau ruang bakar sesuai dengan durasi penginjeksiannya. Soal Sebutkan nama-nama komponen yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini Jawaban No. 1 adalah tangki bahan bakar. No. 2 adalah komponen pompa bahan bakar fuel pump No. 3 adalah komponen filter bahan bakar fuel filter No. 4 adalah pipa penyalur No. 5 adalah pressure regulator No. 6 adalah komponen injektor No. 7 adalah delivery pipe pipa pembagi
jelaskan fungsi sensor pada sistem efi