Sumber gambar: erosandi.blogspot.com 2. Hukum Nun Mati Dan Tanwin Apabila ada nun mati atau tanwin (‫ ْػْػه‬،ْ‫ ْ ػػو‬،ْ‫ ػػن‬/‫ ) ٍف‬bertemu dengan huruf hijaiyyah, maka ada 4 hukum bacaan yang terjadi, yakni : izh-har, idghom, ikhfa’ dan iqlab. 2.1. Izh-har (‫)اظهار‬ Izh-har artinya jelas. Cara membaca huruf yang menyandang harakat kasroh umumnya hanya dengan menambahkan huruf vokal i. Ini sudah dicontohkan juga di bagian atas ulasan ini. Hanya saja, pada beberapa tempat, bukan hanya vokal i saja yang dihasilkan. Tetapi juga cara baca tertentu. Cara baca itu misalnya terjadi pada huruf ro’ yang menyandang harakat kasroh. Hukum mim dan nun bersabdu . Hukum mim dan nun bersabdu juga dikenali sebagai wajibal ghunnah (ﻭﺍﺟﺐ ﺍﻟﻐﻨﻪ) yang bermaksud diwajibkan dengung. Maka jelaslah yang bacaan bagi kedua-duanya adalah didengungkan. Hukum ini jatuh bagi setiap huruf mim dan nun yang mempunyai tanda sabdu atau bertasydid (ﻡّ dan نّ). Antara contoh Macam bacaan ra’ ada dua. Pertama, ra’ yang dibaca tafkhim, dan dua, ra’ yang dibaca tarqiq. Keduanya jelas memiliki suara yang berbeda. Ra’ yang dibaca tafkhim terdengar lebih tebal. Sedang ra’ yang dibaca tarqiq terdengar tipis. Anda bisa memperhatikan bentuk mulut saat seseorang mengucapkan ra’ tafkhim dan ra’ tarqiq. C. Pembagian Hukum Mim Mati Hukum mim mati dibagi menjadi tiga bagian yaitu : 1. Idgham Mislain (Idgham mimi) Idgham artinya melebur atau memasukkan huruf sukun kedalam huruf berharakat setelahnya. Idgham Mislain apabila mim mati bertemu dengan huruf mim yang berharakat. Cara pengucapannya harus diseratai dengan gunnah (dengung) dengan Ghunnah artinya dengung. Yaitu ketika menemukan huruf nun atau mim bertasydid maka harus dibaca dengung. Bunyi dengung ketika menghadapi dua huruf tersebut h .

hukum bacaan mim dan nun bertasydid